Sabtu, 16 Juni 2012

Pentingnya Imunisasi Balita

     Beberapa waktu lalu, Baby Shop dan RSIA Melania menyelenggarakan seminar yang mengangkat tema pentingnya imunisasi bagi balita. Nely Koseng, SE, MM, pemilik My Baby Shop , Bogor, tempat berlangsungnya acara, menyatakan, kegiatan ini adalah salah satu upaya agar para ibu mendapatkan banyak pengetahuan tentang kesehatan anak. Dengan berbekal pengetahuan, maka ibu dapat memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
     Mengacu data kesehatan yang dilansir oleh Kementrian Kesehatan RI, seperti dipaparkan Dr. Jenny Br. Gitting, SpA, kurang lebih 1,7 juta balita meninggal karena imunisasinya tidak lengkap. Imunisasi berguna sebagai pengendalian terhadap infeksi karena imunisasi adalah suatu usaha untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit menular.
     Kurang lebih ada 14 jenis imunisasi untuk anak usia 0-18 tahun. Sementara cara pemberiannya, ada yang secara kombo, yaitu memberikan vaksin sekaligus dari 1 alat suntik di suatu temoat di tubuh. Ada pula pemberian vaksin secara stimulan, yakni diberikan di tempat berlainan atau dengan cara pemberian berbeda.

Rabu, 13 Juni 2012

PERKEMBANGAN BAHASA


Perkembangan bahasa anak prasekolah awal memang pesat.
     Sejak berusia 1,5tahun, anak mempelajari sekitar 9 kata baru setiap harinya. Mereka sedikitnya memiliki perbendaharaan antara 900 sampai 1000 kata.

     Seorang anak dapat mengembangkan kosakata dengan cepat, melalui pemetaan kilat (fast maping), yaitu kemampuan menyerap makna dari kosakata baru setelah satu atau dua kali mendengarnya dalam percakapan.

     Di usia prasekolah, anak juga sudah memahami konsep waktu (seperti kemarin, sekarang, besok) dan konsep ukuran (seperti besar, kecil). Anak juga mulai menggunakan kata jamak, kata milik, dan mengenal perbedaan anatara saya, kamu, dan kita. Walaupun kalimat yang mereka gunakan secara umum masih pendek dan sederhana.

LANGKAH MENINGKATKAN PEMAHAMAN KATA


Agar memahami makna suatu kata dengan tepat, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan orangtua, yaitu :

1.       Membacakan buku cerita atau mendongeng.
Ini dapat menambahkan kosakata anak. Jelaskan kata-kata yang masih asing dengan memperlihatkan gambar/film.

2.       Ajak anak berkomukasi dan menggali makna dari suatu kata.
Mintalah ia menceritakan dan memberikan penilaian dari suatu peristiwa yang dialami. Misal, bila biasanya ia mandi, maka saat sakit anak hanya dibilas atau dilap dengan lap basah. Mintalah anak menceritakan pengalaman mandi kala sakit, sehingga ia memahami perbedaan kata dilap dan mandi.